Блог О пользователеmasonlevy9

Регистрация

ЯнварьФевральМарт (1)АпрельМайИюньИюльАвгустСентябрьОктябрьНоябрьДекабрь
           
12345678910111213141516171819202122232425262728293031
 

Tutorial Menganalisa Prediksi Dalam Pertandingan Bola


Saat menonton sayembara sepakbola dalam layar muka kita acap disajikan aksi tebak skor yang dilakukan para empu. Walau memikat, saya bukan percaya memotong skor adalah sesuatu yang seharusnya dijalani.

Kalau sepadan untuk fun and games bolehlah, tapi tentu gak perlu dianggap serius karena tidak ada pendek logika yang cukup untuk menebak skor akhir satu buah pertandingan.

Berbeda dengan mereka siapa menjulang yang mau menang — atau jika pertandingan hendak berakhir dengan seri. Menebas seperti itu natural saja dilakukan, walau pada akhirnya bola itu melingkar sehingga pemenang pun sering kali salah diprediksi. Mengapa? Karena terdapat tata caranya. Ada logikanya. Ada «di atas kertasnya».

Melalui vokal ini saya akan sebarkan beberapa trik membuat bayangan yang ketat. Bukan menandakan saya terus-menerus benar dalam memprediksi satu pertandingan. Pasti lah tidak, walaupun dengan segelintir berbangga (sediiiikit saja) saya memiliki rekor kebenaran perkiraan yang semua tinggi: pukul rata 3 mulai 4 dugaan saya setara kenyataan.

Dua bulan sebelum terjadi, aku memprediksi akan terjadi All German pucuk di Perkongsian Champions. Pada final, termasuk di depan beribu-ribu warga Surabaya yang menyesaki sebuah daftar nonton bareng, saya menenung Bayern Munich akan mengontrol Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2—1, dan Arjen Robben serupa penentu penguasaan. Sebelum tersebut saya pun meyakini bahwa Atletico Madrid akan memenangkan Copa Del Rey. Buncit, saya memperkirakan Belanda dengan mengalahkan Indonesia dengan skor 3—0.

Yang ingin abdi tekankan di sini adalah; perkiraan bisa betul bisa melenceng, tapi yang penting satu prediksi total harus memiliki dasar mantik atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, satu buah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, satu keberuntungan semata.

Dengan analisa yang sahih maka segmen keberuntungan mengecil. Siapa pemenangnya tetap aja tidak mampu diprediksi berdasar pada 100%, lagi pula prediksi mengenai skor pucuk. Akan tetapi, presentase kemungkinan kejituan prediksi merabung tajam.

Saya ajak Dikau untuk membahas beberapa bayangan terakhir saya guna menguraikan beberapa sendi penting yang saya serius akan produktif bagi Dikau saat menguji memprediksi pertentangan.

Di antara bayangan yang saya sebut di atas, kesaksamaan soal Atletico saya akui beruntung [karena tendangan Real Madrid berkali-kali mengenai mistar gawang Atletico]. Walau demikian terselip logika dalam belakang prediksi tersebut: Atletico juara meski pun Real Madrid jauh kian berkualitas. Perangkat masa menggemakan ketidakrukunan tokoh Madrid secara pelatihnya, Jose Mourinho, serta bahkan ketidakrukunan di antara pemain sendiri.

Mulai media heran saya merekam kabar kalau Ronaldo serta Mourinho pula tidak akur (berita hal hal berikut baru menongol di Nusantara beberapa zaman lalu). Guna pelatih saya paham betul arti kesyahduan tim dalam dan di luar tempat dan dampaknya bagi prestasi tim. Sesuatu ini ditambah faktor Falcao yang sedang on fire, yang memproduksi saya keji memilih Atletico sebagai pemenang.

Tips prediksi 1: Pertimbangkan suasana dalam tim, terutama saat sebuah turnamen berlangsung di mana pemain kudu terus molek tanpa siap menghindari rekan-rekannya.

Tip antisipasi 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung ataupun saat perbandingan cup, kemonceran striker begitu menentukan. Ketika pertandingan permufakatan kualitas jangka panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta segenap elemen tim lainnya. Saat laga cup/turnamen kemonceran striker lebih mengukuhkan, walau konsistensi keseluruhan menjimbit juga kudu dipertimbangkan.

Ketika memprediksi kemenangan Belanda 3—0 atas Indonesia saya menentang hati nurani. Berdasar pada subjektif beta membela Nusantara tentunya. Tapi, saat memakai kacamata dinamakan objektivitas, aku semua tentu setuju kalau Belanda tersendiri di untuk Indonesia. Kemudian mengapa gak memprediksi skor akhir yang lebih mendorong? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat tetapi Indonesia akan bermain padat gairah, jadi akan sanggup mereduksi perbedaan kualitas. Maka, skor tipis atau besar bisa pula diprediksi beserta sound logic — akan tetapi kebenaran skor akhir yang spesifik, yaitu 3—0, merupakan keberuntungan semata.

Tips bayangan 3: Hindari membela sebuah tim tatkala membuat dugaan. Kita mahir selalu berjanji tim tajuk mahkota kita unggul, tapi saat membuat dugaan tentu logika harus diutamakan di untuk fanatisme membenang.

Saya tersenyum saat mengatakan di 1 buah media tanda tentang persamaan-persamaan final Perhubungan Champions tahun ini beserta tahun 1997 saat Dortmund menjadi unggul terakhir bengawan. Banyak pembaca saya serius terpancing untuk memprediksi penguasaan Dortmund berlandaskan fakta-fakta itu. Mereka tenggelam bahwa fakta-fakta tersebut merampok dan benar2 benar adanya, namun gak memiliki kolerasi apapun beserta pertandingan pucuk Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah fenomena dengan kelurusan hati yang lain ialah salah satu contoh dari sekian banyak orang fallacy of logic.

Tips prediksi 4: Jangan terperosok para pewarta yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang sifatnya sebatas entertainment (menarik), namun dijual seakan akan pantas menjadi landasan membuat 1 buah prediksi perbandingan.

Dalam tulisan yang sama statistik pertandingan renggangan Dortmund vs Bayern juga dimunculkan sampai bertahun-tahun ke belakang. Karena histori statistik Dortmund memang mulia saat mengikuti Bayern, banyak yang lantas menilai BVB akan dapat mengalahkan Bayern di final Eropa. Sesuatu ini menyesatkan. klik narasumber Mengapa? Sebab statistik zaman «Hindia Belanda» tidak ada hubungannya dengan masa kini. Statistik prolog musim pula biar tidak siap dengan begitu saja menjadi tolok ukur. Perkembangan kedua tim mulai pertemuan buncit perlu dipertimbangkan.

Tips dugaan 5: Manfaatkan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Anda pada statistik pertandingan renggangan kedua menjulang yang paling dekat secara saat ini. Selain itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan prestasi permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll.) ke-2 tim dengan keseluruhan (melawan siapa saja), untuk masa akhir-akhir ini selalu.

Karena bayangan saya terkadang saya munculkan di twitter (@coachtimo), tidak sedikit pihak memohon saya memprediksi berbagai pertentangan lainnya. Rutin saya abaikan atau abdi tolak beserta alasan redup paham hal kekuatan kedua tim. Keterangan saya ini senafas beserta tips dugaan berikut.

Tips prediksi 6: Jangan sok tahu. Hindari mencoba-coba membuat bayangan tanpa dilatar belakangi data dan wawasan yang indah mengenai menjimbit atau perkongsian tersebut. Jika bukan pakarnya English Premiere League, misalnya, hindari memproduksi prediksi mengenai MU vs Chelsea. Aku mustahil menjadi pakar mengenai semua persatuan yang terselip. Akui saja.

Tips antisipasi 7: Aku juga tidak seharusnya memprediksi setiap perbandingan. Ada waktunya pertandingan benar sulit diprediksi. Analisa Kamu deadlock. Prosentase kemenangan untuk kedua menjulang menurut Anda 50—50. Bahwa sudah begitu tahan ada, hindari mendesak diri menghasilkan prediksi. Secara demikian prosentase kejituan prediksi anda akan meningkat.

Masih banyak proporsi lainnya yang bisa serta patut digunakan dalam menciptakan sebuah antisipasi yang terhormat. Karena keterbatasan tempat aku berhenti datang di sini dulu.

Ingat: satu buah prediksi yang berkelas gak melulu ditentukan oleh kebenaran prediksi tersebut. Sebuah prediksi yang berkualitas, baik sah maupun cela, seharusnya dinilai dari reason atau kualitas analisa yang ada di belakangnya.